Langsung ke konten utama

Unggulan

Serendipity

    Sesuatu yang terjadi itu tak harus direncanakan dan terencana. Terkadang sesuatu terjadi tanpa sesuai dengan apa yang diharapkan. Bahkan tak terbesit sebelumnya kenapa semuanya bisa terjadi. Jauh dari ekspektasi, jauh dari angan-angan yang sebelumnya tak pernah dibayangkan. Semua berjalan dengan alurnya sendiri dan tak bisa dirubah sedikitpun. Makna dibalik apa yang terjadi hanya diri sendirilah yang bisa menyimpulkan. Dari sekian deretan peristiwa yang sudah dilalui terkadang yang berkesan adalah yang tak diharapkan sebelumnya. Setiap skenario terjadi tanpa adanya latihan koreo terlebih dahulu. Berjalan begitu saja tanpa ada reka drama. Hal yang membuat sering kali lupa adalah sesuatu yang tak menarik dan ditinggalkan begitu saja tanpa adanya peninggalan kesan terlebih dahulu. Lantas bagaimana caranya memaknai sesuatu yang terjadi begitu saja diluar kendali, bersyukur adalah kata yang sering diucapkan ketika merasa bahwa semuanya baik-baik saja maupun tidak baik-baik saja...

Menunggang Tanggung

    Segala sesuatu kesukaan terhadap apapun awal penyebabnya adalah abstrak, sepertinya. Karena apa yang disukai bersumber dari penglihatan, penginderaan, dan pengecapan. Dengan segala hal yang "sepintas" mungkin bisa menjadi pemicu atas kesukaan terhadap sesuatu, sepintas melihat, sepintas mendengar, sepintas merasakan, tanpa menikmati dan menghayati. Ada kalanya trend kesukaan terhadap sesuatu bisa disebabkan karena rangsangan atau dorongan dari lingkungan sekitar yang secara tidak langsung dan tak disadari. Hanya karena salahsatu orang dalam tongkrongan menyukai A dan itu dianggap keren, maka apa yang disukai oleh si orang tersebut menjadi suatu hal yang menular hanya karena dianggap keren. Tak semuanya seperti itu, tapi mungkin ada yang seperti itu. Segala kebiasaan terhadap kesukaan akan memberikan pengaruh terhadap cara hidup, cara belajar, dan tentunya cara berpikir. Yang paling vital adalah cara berpikir, dengan menganggap hal-hal yang salah lalu dibenarkan hanya karena pada umumnya juga seperti itu. Sepintas terlihat merelakan selera yang bersifat pribadi lalu mengubahnya dengan mengikuti cara umum dan mewajarkan sesuatu yang salah.



Menunggang Tanggung





    Memang tak ada urusannya untuk menguruskan hal yang seperti itu, namun hanya sebatas risih saja dengan sesuatu yang seperti itu. Semua menyukai sesuatu hanya karena oranglain pun menyukainya dan jangan tanyakan alasannya kenapa, karena terbukti banyak orang yang menyukainya. Terserah mau setuju atau tidak, menurutku untuk menyukai apapun itu harus ada alasan yang konkrit. Tak mungkin ada orang yang menyukai sesuatu tanpa tahu apa penyebabnya dia menyukai hal tersebut. Jikapun ada, ya terserah, hak penuh untuk menyukai apapun tanpa alasan. Tak habis pikir saja dengan pola yang seperti itu, apakah bisa menyukai sesuatu tanpa sebuah alasan? Jika ada yang mengatakan bisa, usahakan jangan ada kata "karena" dalam menjelaskannya. Dibalik apa yang akan dilakukan, apa yang akan diputuskan, pasti ada sebuah alasan yang melatarbelakanginya. Untuk bergerak saja hal yang sepele, masih punya alasan untuk dilakukan. Entah lingkungan sosial yang memicu ini terjadi, entah pada individunya sendiri yang enggan untuk menemukan sebuah alasan dalam menyukai. Mungkin terlalu tidak peduli dengan alasannya yang terpenting adalah essensinya dalam menyukai.

    Alasan akan kalah dengan hasrat yang menggebu, ini adalah pembenaran untuk penyuka yang tak  butuh alasan karena yang dinikmati adalah essensinya. Namun tidak untuk orang yang menyukai suatu hal tanpa alasan hanya karena mengiktui trend sosial. Untuk menyukai adalah hak semua orang, tapi untuk menyukai tanpa alasan adalah pilihan. Ini hanyalah sudut pandang atas ketidakstabilan perkembangan dalam menyukai sesuatu. Dengan munculnya quotes-qoutes menjadi sarana atau wadah bahwa ada sebuah perwakilan yang bisa dipegang, tak jarang orang merasa terwakili dengan quotes yang sebenarnya prosses dalam penciptaannya itu berat namun di claim oleh mereka yang merasa terwakili padahal prossesnya tak seberapa. Pemakluman-pemakluman yang menjadi kebiasaan dan akhirnya dibiarkan hingga berdampak meresahkan kepada golongan yang benar-benar loyal. Menyukai sesuatu itu tak harus fanatik, tak harus juga berlebihan. Tapi jangan sampai menunggang tanggung jika benar-benar menyukai sesuatu.

Komentar

Postingan Populer